30 Agustus 2018
Dari Rahim Taqwa, Terlahir Taat Tanpa Syarat
===================

Membayang kita di depan cermin buram benama ego. Lantas terdetik tanya,
"Siapa kita ... ? Hingga memasti diri ulung di laga keimanan."
Yakinlah, ego kita akan bergidik, sisi pongkah pun hilang nyali saat kita kenang kisah ini, Perihal harapan yang rapat terkawal ketaqwaan.
.
Ada ingin yang kian tumbuh, menanti saat kehendak itu menjelma nyata.
"Ah ... kapankah "harap" ini bertemu jawab?"
.
Sayu, seutas harap nencoba lelap dalam pelukan suratan. Ikhlas andai harap itu pada akhirnya hanya serupa derap; jelas terngiang namun tak mampu didekap.
.
Namun Dia Maha indah menjawab harapan segala penjuru hati, terlebih pada ingin Sang Kekasih, tentu jawaban itu lebih merdu dari nyanyian perindu.
.
Mengemas rapi sebuah harapan, membawanya serta di jalan penantian, seraya memupuk bulir-bulir keikhlasan, tak pelak hal itu bukan perkara ringan, andai keimanan sang kekasih penuh rongga, toh tidak begitu adanya keimanan itu membaja.Tapi, bukan di situ klimaks kisah ini bersari.
.
Inilah saat ego kita akan bergidik, sisi pongkah pun hilang nyali. Bila kemudian tangan yang sekian waktu membersamai pinta kita, merapal doa atas sebuah harapan, tangan itu pula yang mendekap harapan saat doa itu terjawab.
Tapi ... tangan itu pula tertitah untuk menamatkan harapan itu, memadamkannya tanpa bisa lagi melihat binarnya.
Marah, meraung ataukah akur?
.
Inilah laga tanding tingkat ulung, antara ego dan legowo. Saat alutsista utama adalah iman taqwa sepenuh takar, siap membakar penghalang, membuktikan bahwa iman kokoh-berakar.
.
Endingnya bak gending macakal, indah dinikmati setelah lulus uji. Sang kekasih membuktikan kualitasnya, begitu juga buah dari rahim ketaqwaan- pemuda pemilik zam-zam memiliki kualitas taat yang berkelas.
******************###**************
Lalu, siapa kita ...?
Kitalah penerus kisah itu, kitalah yang kini dalam laga tanding antara ego dan legowo, kitalah penerus khittah Ibrahim.
.
Jatinom, 11 Dzulhijah 1439 H / 23 Agustus 2018. Dengan semangat meneladani ketaatan Nabi Ibrahim,as PAUD ANNAJAH bersama para mudhokih, serta para santri TKB meyelenggarakan penyembelihan penyembelihan hewan kurban. Sebanyak 4 ekor sapi serta 5 ekor kambing dialokasikan ke berbagai tempat, antara lain;
1. Kampus PAUD Annajah: 2 ekor sapi 5 kambing
2. Dk Pagoh, Bandungan: 1ekor sapi
3. Dk Karangrejo, Tibayan: 1 ekor sapi
Adapun dalam pelaksanaan penyembelihan hewan kurban, serta pengedukasian secara langsung tentang tatacara penyembelihan hewan kurban PAUD Annajah bekerjasama dengan FUI.
.
Para santri menyaksikan penyembelihan hewan kurban dengan semangat dan tetap ceria. Usai penyembelihan hewan kurban, daging kurban dibagikan kepada warga sekitar PAUD Annajah. Pada kesempatan ini kembali kita sedikit bebagi kebahagian kepada saudara kita di Lombok
.
Kegiatan di Desa Pagoh, juga berjalan lancar, dan guna memperdalam ilmu serta memperkuat persaudaraan, warga setempat menggelar pengajian bersama dengan PAUD Annajah.
.
Pengajian diawali dengan sambutan dari Ta'mir masjid setempat, lalu sambutan dari Ustadzah Siti Khotijah, S.Ag selaku kepala sekolah PAUD Annajah, kemudian dilanjutkan dengan tausiyah oleh Ustadz Musta'in, S.sos.
.
Disamping tausiyah, motivasi dalam memupuk ghirah berkurban, juga diampilkan pertunjukan seni peran, pentas seni peran tersebut diperankan oleh lebih kurang sepuluh pemeran, terdiri dari jajaran karyawan dan ustadzah PAUD Annajah, dengan judul: "Yuk Qurban"
.
Pentas peran yang bukan hanya menghibur namun juga sarat pesan luhur. Semoga setitik yang kita mulai saat ini mampu menjadi pemantik semangat berkurban yang lebih baik.
.
Akhir kata, Suatu kehormatan bagi kami PAUD Annajah atas penerimaan yang begitu hangat oleh warga Pagoh. Tiada gading yang tak retak, kami sadari hal itu. Dan tak henti kami berharap tetap doakan serta dukung kami untuk tetap berbenah dan istiqomah.
.
#PAUDANNAJAHJATINOM